1. Bertobatlah



Dasar pertobatan kita
Roma 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita

Karunia Allah artinya pemberian cuma-cuma dari Allah, tidak perlu kita usahakan, cukup percaya pada Yesus. Percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah yang turun ke dunia menjadi manusia, mati disalib menebus dosa kita, dan bangkit lalu naik ke Sorga.

Yohanes 3:16-17 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus AnakNya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Kita harus bersyukur kita hidup di jaman Perjanjian Baru.
Kapan jaman perjanjian baru itu dimulai?
Kalo kitab PB dimulai dari Matius 1:1 tapi kalo perjanjian yang baru antara Allah dengan manusia itu sesungguhnya dimulai ketika Yesus mati di kayu salib, ketika darahNya tercurah.

1 Korintus 11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"



2 Korintus 3:6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.


Ibrani 8:8-12

(8) Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman Tuhan, "Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda,

(9) bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka," demikian firman Tuhan.

(10) "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

(11) Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

(12) Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."


Baca Ibrani 9:11-28 perikop Kristus adalah pengantara dari perjanjian yang baru
Yesus adalah Imam Besar kita, dan juga korban domba kita
Di hukum taurat, kalo kita mengorbankan domba untuk penebusan dosa, imam besar memegang tanduk domba itu lalu menimpakan semua dosa si orang yang membawa korban ke domba itu terus disembelih. Darah domba itu tercurah, orang yang membawa korban domba tadi menjadi kudus, diampuni semua dosanya

Ketika Yesus disalib, Yesus menanggung dosa seluruh dunia, masa lalu masa kini masa depan. Itulah kenapa ketika disalib, sebelum mati Yesus berkata “Allahku Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku”. Yesus berkata seperti itu adalah saat di mana dosa seluruh dunia ditanggungnya, makanya Allah meninggalkan Dia. Sesudah menanggung dosa seluruh dunia, lalu Yesus mati, darahNya tercurah dan semua dosa diampuni.
Sebelum Yesus mati, Yesus berkata, “Sudah selesai”
Semua dosa seluruh dunia sudah dibereskan oleh Yesus di kayu salib, sudah selesai.

1 Yohanes 2:2 Yesus adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.



Ibrani 10:10 Dan karena kehendakNya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.


Bagian kita hanya percaya pada Yesus, maka kita diselamatkan. Percaya bahwa semua dosa kita sudah ditanggung Yesus di kayu salib. Kalo kita tidak percaya ya tidak diselamatkan.

WOW! Kabar baik banget kan? Terus respon kita bagaimana?
Ketika kita mendengar tentang Kabar Baik ini, pasti ada 2 reaksi
yang pertama, bersyukur banget bahwa keselamatan tidak bergantung pada usaha kita, karena sadar dengan segala keterbatasan kita yang adalah manusia.
Yang kedua, bersikap seenaknya, karena keselamatan tidak bergantung pada usaha kita jadi tidak perlu lagi berusaha. Setelah percaya Yesus, selesai, tidak usah melakukan apa-apa lagi.

Setelah bertobat bagaimana?
Setelah kita bertobat terima Yesus, apa yang harus kita lakukan?

1.       Ketika kita percaya pada Yesus, Roh Kudus tinggal di dalam kita. Identitas kita diubahkan, identitas kita yang baru adalah anak Allah

Ketika kita percaya pada Yesus, kita bukan hanya menerima pengampunan dosa saja, tapi kita juga diubah status kita menjadi anak Allah. Dan Roh Kudus tinggal di dalam kita.

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.



Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;



Galatia 4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”



Galatia 3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus



Efesus 1:5 dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semua oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya



Roma 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah


2.       Roh Kudus yang tinggal di dalam kita tidak mungkin menuntun kita untuk hidup dalam dosa, tapi pasti menuntun kita hidup dalam kebenaran. Karena Yesus adalah kebenaran


Teman saya, seorang suku Batak tidak bisa memiliki seorang anak, akhirnya dia mengambil bayi yang baru lahir untuk diangkat jadi anaknya. Bayi ini lahir dari pasangan suku Sunda, jadi si bayi ini aslinya adalah orang Sunda.
Tapi meskipun si bayi ini orang Sunda, dia akan dididik dengan budaya Batak, sesuai budaya orang tua angkatnya. Tidak mungkin dididik dengan budaya Sunda. Karena status bayi ini sekarang adalah anak dari pasangan suku Batak (orang tua angkatnya), bukan lagi anak dari pasangan suku Sunda (orang tua kandungnya), makanya dia dididik sesuai dengan budaya Batak, sesuai dengan status yang baru.

Sama seperti itu, ketika kita diangkat menjadi anak Allah, kita pasti dididik sesuai karakter Kristus. Kita diajar untuk hidup sebagai anak-anak Allah.

1 Tesalonika 4:7-8

(7) Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

(8) Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu.



Efesus 2:8-10

(8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

(9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

(10) Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.


Penebusan dosa yang dilakukan Yesus memiliki tujuan. Tuhan sudah mempersiapkan pekerjaan baik untuk kita lakukan. Mau nggak mau kita harus hidup di dalamnya. Seperti anak gelandangan yang statusnya diubah menjadi anak raja, mau nggak mau harus hidup di dalam budaya kerajaan, tidak mungkin lagi hidup seperti gelandangan lagi.

3.       Terus kalo kita sudah jadi ciptaan baru, kenapa kita masih berbuat dosa?

Manusia itu terdiri dari roh, jiwa dan tubuh.
Tubuh adalah daging kita, yang bisa kita lihat di cermin, yang kelihatan dari luar.
Jiwa adalah pikiran kita, perasaan kita, emosi kita, kehendak kita.
Roh adalah pusat kehidupan kita, kita berhubungan dengan Tuhan itu lewat roh.


Ketika kita percaya Yesus, yang diubahkan adalah roh kita. Roh kita dijadikan baru, tapi kita masih ada jiwa dan tubuh yang belum diubahkan. Roh kita yang baru itu masih tinggal di dalam daging yang lemah. Jadi wajar kita masih bisa berbuat dosa setelah kita terima Yesus (roh memang penurut, tetapi daging lemah)

Pertobatan kita sifatnya dari dalam ke luar, bukan dari luar ke dalam.
Pertobatan dari luar ke dalam itu seperti ini, jangan lakukan ini itu (tubuh) supaya kita selamat. Jangan pikirkan atau menginginkan ini itu (jiwa) supaya kita selamat. Supaya roh kita jadi baru, kita selamat dan masuk Sorga ada aturan-aturan yang harus kita taati. Itulah yang diajarkan oleh agama, pertobatan yang sifatnya dari luar ke dalam. Kita menjaga tubuh dan jiwa kita dengan aturan-aturan dengan tujuan supaya roh kita jadi baik dan kita selamat, masuk Surga.

Sedangkan kekristenan itu sebaliknya, pertobatan atau perubahan hidup yang sifatnya dari dalam ke luar. Baca lagi 2 Korintus 5:17, kita adalah ciptaan baru. Yang diubah adalah roh kita, yang ada di dalam kita. Sedangkan tubuh dan jiwa kita belum diubah.

Galatia 6:10 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.



Filipi 2:12-13

(12) Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

(13) karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.


Ayat ke 13 menjelaskan kekristenan itu sifatnya dari dalam ke luar

Di terjemahan BIS – bahasa indonesi sehari-hari
(13) karena Allah sendiri yang bekerja di dalam dirimu untuk membuat kalian rela dan sanggup menyenangkan hati Allah.

Di versi yang mudah dibaca
(13) Kamu dapat melakukan itu sebab Allah bekerja di tengah-tengahmu. Allah menolongmu untuk selalu ingin melakukan yang berkenan bagi Allah. Dan Dia memberikan kuasa kepadamu untuk melakukannya.

Roh kita sudah baru, dan selama kita hidup, Roh Kudus menuntun kita supaya jiwa dan tubuh kita menjadi baru, pertobatan dari dalam ke luar, dari roh ke jiwa dan tubuh. Prosesnya ini sampai kita mati.

Jadi kalo kita berbuat dosa bagaimana sikap kita?
Ketika kita berdosa, selalu ingat bahwa Allah itu penuh dengan kasih karunia, kaya dengan rahmat, dan Dia sudah berjanji tidak akan mengingat dosa kita lagi. Semua dosa sudah ditanggung Yesus di kayu salib. Jadi tidak perlu khawatir lagi Yesus meninggalkan kita, membuang kita, atau kita tidak akan luput dari murka Allah.

Roma 5:8-11

(8) Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

(9) Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

(10) Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

(11) Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Roma 8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Kalo berbuat dosa, simple aja, minta ampun ke Tuhan. Minta ampun bukan supaya kita diampuni dosa kita, karena dosa kita sudah diampuni waktu Yesus disalib. Kita minta ampun supaya kita bisa berubah.
Ketika kita minta ampun, kita itu menyadari kesalahan kita, kita jadi tahu salah kita dimana, sehingga kita bisa berubah. Bagaimana kita bisa berubah kalo kita tidak tahu dimana letak kesalahan kita?

Pembahasan tentang pengampunan ini ada materinya lagi, kita perlu belajar supaya kita ngerti bagaimana harus bersikap menghadapi dosa.

4.       Lalu bagaimana caranya menghidupi manusia baru itu?

Galatia 5:16-17

(16) Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

(17) Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Dulu saya berpikir, jika saya bisa menghentikan berbuat dosa dan berpikir dosa (menghentikan tubuh dan jiwa saya untuk berdosa) berarti saya sedang berjalan dalam roh. SALAH!
Ayatnya tidak berkata ‘atasilah daging, maka kamu akan berjalan dalam roh’ bukan seperti itu tapi ayatnya berkata ‘hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging’
Hiduplah sesuai dengan identitas kita yang baru (roh yang baru), yaitu anak-anak Allah, maka kita akan mematikan keinginan daging. Identitas kita sudah baru karena Roh Kudus tinggal di dalam kita.

Roma 7:18:23 Paulus cerita tentang perjuangan melawan dosa
Paulus sedang menjelaskan mengenai ketidakmampuan daging – kemampuan fisik, pikiran, emosi dan tindakan kita yang lepas dari Kristus – untuk menyenangkan Tuhan (yang diubah baru roh kita, sedangkan jiwa dan tubuh kita belum diubah). Kita tidak bisa mengatasi daging kita dengan usaha kita sendiri; kita harus mulai hidup dari siapa diri kita dalam Kristus (ciptaan baru, identitas kita adalah anak Allah). Manusia roh kita telah diubahkan secara sempurna dan memiliki kehidupan Tuhan. Kita hanya bisa menyenangkan Dia dengan hidup dalam roh!

Bahasa yang lebih mudah dimengerti, sadarilah bahwa identitas kita yang sesungguhnya adalah anak Allah. Ketika kita sadar bahwa identitas kita adalah anak-anak Allah, maka kita akan hidup sebagai anak-anak Allah, sesuai dengan tuntunan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita.

Jangan memotivasi diri dengan janjiNya, kita menghidupi manusia baru kita untuk menerima semua berkat dari Tuhan, menikmati warisan kita. Tapi kita menghidupi manusia baru adalah karena memang identitas kita yang sesungguhnya adalah anak Allah. Ini yang disebut sebagai hidup di dalam roh.

Kehidupan kristen bukan hanya sulit untuk dijalani – tapi MUSTAHIL! Dalam daging kita, kita tidak bisa melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan untuk kita lakukan. Dia memerintahkan kita untuk memberikan pipi kanan kita jika ada yang menampar pipi kiri kita. Bisa kita melakukan itu? Susah banget kalo kita masih berpikir bahwa kita manusia. Tapi kalo kita sadar betul bahwa kita anak Allah, kita akan bisa melakukan itu.

Kita akan mematahkan keinginan daging saat kita mendasarkan identitas dan potensi kita pada apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan mengenai siapa diri kita dalam Kristus. Dan manusia rohani kita akan mulai mendominasi kehidupan kita, bukannya kedagingan kita.

PENUTUP - kesimpulan
1.         Selalu ingat, bahwa ketika kita percaya Yesus, kita adalah ciptaan baru.
Identitas baru kita adalah anak Allah. Manusia baru yang sudah diberikan Allah di dalam kita bisa termanifestasi ke luar di hidup kita (di jiwa dan tubuh kita).

2.         Roh Kudus yang ada di dalam kita, pasti akan menuntun kita untuk hidup dalam kebenaran dan bukan sebaliknya. (1 Tes 4:7; Efesus 2:10)
1 Tes 4:7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

Ef 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Kekristenan adalah perubahan/pertobatan dari dalam ke luar, dengan tuntunan Roh Kudus yang diam di dalam kita. Roh kita sudah baru, tapi jiwa dan tubuh kita belum.

3.         Cara menghidupi manusia baru kita – hidup di dalam roh
Hiduplah dalam roh, sadarilah identitas baru kita sebagai anak Allah, maka akan terjadi perubahan di jiwa dan tubuh kita, akan menjadi baru juga. Selalu ingat dengan identitas baru kita, anak Allah.
Mencontoh cara hidup jemaat mula-mula – Kisah Para Rasul 2:46 = selalu mengingat akan pengorbanan Yesus. Karena identitas kita sebagai anak Allah itu kita terima karena kita percaya pada Yesus, pada pengorbananNya di kayu salib yang sudah membereskan semua dosa kita dan mengubahkan roh kita menjadi baru.  
Hidup rasul-rasul pada waktu itu luar biasa, penuh mujizat karena bener-bener menghidupi manusia baru yang sudah dianugrahkan oleh Yesus. Hidup seperti Yesus, tiap hari lihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Yesus hidup. Yesus berpesan pada mereka bahwa mereka bisa melakukan semua perkara ajaib seperti yang Yesus lakukan bahkan jauh lebih besar dari itu. Dan para rasul itu menghidupinya.

DOA
Minta haus dan lapar akan Roh Kudus, hati yang peka akan suara Roh Kudus.
Efesus 1:17-20
(17) dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
(18) Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
(19) dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
(20) yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,

Sehingga manusia baru yang sudah diberikan Allah di dalam kita itu termanifestasi ke luar.


PERTANYAAN
Jadi kalo ada yang nanya, kalo keselamatan tergantung sepenuhnya pada karya Yesus di kayu salib, trus untuk apa hidup kita harus kudus. Kenapa kita masih ke gereja, masih berdoa, masih melakukan ini itu?

Kita hidup benar bukan supaya kita diselamatkan, juga bukan supaya kita bisa menikmati berkat Tuhan dst tapi ada alasan yang lebih dalam dari itu yaitu karena kita hidup sesuai dengan identitas kita, yaitu anak Allah
Karena kita adalah ciptaan baru, identitas kita adalah anak Allah maka kita hidup sebagai anak-anak Allah, sesuai tuntunan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita.

Trus gimana dong dengan orang yang percaya Yesus tapi hidupnya jatuh bangun dalam dosa?
Anggap aja dia orang bodoh, statusnya anak raja (identitas baru) tapi masih mau hidup seperti gelandangan (identitas lama).
Tidak perlu dihakimi, pasti masuk neraka itu, tidak menghormati pengorbanan Yesus. Karena kita tidak
tahu dengan detail hubungan dia dengan Roh Kudus yang tinggal di dalam nya.
Sebetulnya mungkin hati kecilnya pasti ada rasa nggak beres. Karena dia sedang mengingkari identitas dia yang sebenarnya.


No comments: